Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Cara Investasi Surat Berharga Negara Sangat Mudah!

Investasi menjadi salah satu cara menabung yang sedang banyak digemari saat ini. Ada banyak pilihan dalam berinvestasi, mulai dari property, emas, saham, reksadana, hingga surat berharga negara. Kali ini akan dibahas cara investasi Surat Berharga Negara (SBN).

Pengertian Surat Berharga Negara

Sebelum membahas cara investasi Surat Berharga Negara, ketahui terlebih dahulu pengetiannya. SBN merupakan surat berharga yang diterbitkan pemerintah untuk membiayai anggaran negaran. 

Dengan berinvestasi SBN artinya Anda meminjamkan uang kepada pemerintah. Sebagai investor, Anda akan diberikan keuntungan berupa kupon (bunga obligasi). Contoh Surat Berharga Negara yang terbaru adalah SRO17.

Cara Investasi Surat Berharga Negara

e-SBN ini dapat dibeli melalui berbagai aplikasi investasi. Pastikan aplikasi ivestasi yang Anda gunakan adalah resmi dan sudah terdaftar OJK. Secara umum, cara investasi Surat Berharga Negara adalah sebagai berikut:

  • Melakukan registrasi. Anda perlu melakukan registrasi melalui Mitra Distribusi untuk mendapatkan SID (Single Investor Identification). 
  • Lakukan pemesanan: Setelah registrasi Anda berhasil, selanjutnya Anda bisa melakukan pemesanan seri SBN selama masa penawaran berlangsung. 
  • Lakukan Pembayaran. Setelah pemesanan Anda diverifikasi, Anda akan mendapatkan kode pembayaran melalui email yang Anda daftarkan. 
  • Lakukan konfirmasi: Setelah melakukan pembayaran, Anda akan mendapatkan NTPN (Nomor Transaksi Penerimaan Negara). Setelah itu, notifikasi pemesanan selesai serta mendapatkan alokasi SBN pada tanggal penerbitan.

Apa saja keuntungan yang akan didapat dari investasi SBN ini?

Keuntungan Investasi Surat Berharga Negara 

Dalam berinvestasi tentunya kita mengharapkan adanya keuntungan. Berikut keuntungan investasi Surat Berharga Negara:

1. Pajak Lebih Rendah dari Deposito

Deposito akan memberikan beban pajak sebesar 20 persen atas bunga deposito yang Anda peroleh. Sedangan SBN menetapkan pajak hanya 10 persen atas kupon yang Anda terima. 

Hal ini tentu menjadikan penawaran instrument investasi SBN ini bisa memberikan imbal hasil yang lebih baik daripada deposito.

2. Imbal Hal Menarik

SBN menawarkan imbal hasil yang relatif lebih tinggi daripada deposito. Produk investasi ini memiliki besaran kupon (bunga) yang berbeda pada setiap seri produknya. Hal ini dikarenakan nilai tersebut menyesuaikan suku bunga Bank Indonesia (BI). Bunga SBN 2022 sebesar 5,50% 

Invesatasi ini juga menawarkan imbal hasil yang lebih menarik dari deposito karena bunga pajak yang lebih rendah. Dengan demikian, sebagai investor, Anda bisa mendapatkan keuntungan berganda karena SBN memberikan kupon lebih tinggi dan pajak lebih rendah.

3. Risiko Investasi Relatif Rendah

Pembayaran pokok dan kupon dari SBN ini 100 persen mendapatkan jaminan dari negara, sehingga risiko Surat Berharga Negara ini relatif lebih rendah. Pemerintah mengatur ketentuan investasi SBN dalam UU no 24 tahun 2002 tentang Surat Utang Negara. 

Anda akan mendapatkan imbal hasil rutin setiap bulannya, sesuai dengan kupon yang tertera saat masa penawaran. Selain itu, investasi SBN ini hampir tidak memiliki risiko gagal bayar. 

4. Aman dari Fluktuasi Pasar

Investaasi SBN memilik produk yang sifatnya non-tradeable. Anda tidak perlu khawatir dengan fluktuasi pasar karena produk investasi ini aman. Hal tersebut karena produk ini tidak bisa diperdagangkan di pasar sekunder sehingga tidak ada potensi capital loss atau kerugian. 

Anda bisa menahan kepemilikan SBN hingga jatuh tempo untuk menghindari risiko fluktuasi pasar. 

5. Bentuk Kontribusi untuk Pembangunan Negara

Penerbitan SBN ini membuka peluang bagi Anda yang ingin berkontribusi langsung dalam pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Hasil investasi dari SBN ini digunakan negara untuk membiayai banyak hal, termasuk peningkatan perekonomian.

Dengan demikian, Anda sebagai investor SBN sangat berperan dalam membantu pembiayaan kebutuhan negara.

Demikian cara investasi Surat Berharga Negara serta keuntungannya.