Cara Mengatasi Tingkat Bounce Rate yang Tinggi pada Website/Blog


Bounce rate atau dalam bahasa Indonesia diterjemahkan menjadi tingkat pentalan adalah salah satu variabel dalam statistik pada suatu website atau blog. Variabel ini menjadi semakin penting dalam beberapa tahun terakhir, seiring dengan semakin tingginya jumlah website atau blog yang bersaing untuk memperebutkan pengunjung.

Bounce rate adalah salah satu variabel penting bagi webmaster untuk menganalisa website/blog. Hampir semua layanan visitor counter/blog statistic menyediakan data ini dalam rekaman statistiknya, seperti HiStats, SiteMeter, Google Analytic, dan lain sebagainya. Dalam cPanel server juga kita bisa menemukannya pada folder awstats.

Pengertian Bounce Rate

Bounce rate adalah persentase kunjungan single-page visit atau kunjungan satu halaman pada suatu website/blog. Sederhananya, bounce rate adalah kunjungan yang datang pada sebuah halaman/post tertentu dan langsung ngacir pada halaman itu juga :D . Landing page dan out pagenya sama. Hampir sama dengan salah satu lagu yang sempat populer di Indonesia: Cinta Satu Malam.

Semakin tinggi tingkat bounce pada website/blog bukanlah hal yang menguntungkan. Jika sobat menemukan tingkat bounce rate yang melebihi 55% pada statistik website sobat, maka sudah saatnya menganalisa dan memperbaikinya.

Tips Mengurangi Bounce Rate pada Website/Blog

1. Konten atau isi yang berkualitas

Seperti kata para master, content is paramount. Sobat perlu memastikan bahwa website sobat menarik dan informatif. Pastikan bahwa sobat memiliki konten yang unik dan beragam di situs sobat, karena terlepas dari semuanya, konten adalah raja alias yang paling utama. Cara termudah untuk melakukan hal ini adalah dengan memasukkan artikel harian atau blogging. Setiap informasi yang terkandung dalam blog sobat sebisa mungkin harus berguna dan berkualitas tinggi. Jika tidak, pengunjung cenderung dipastikan tidak ingin kembali. Jika sobat tidak bisa meluangkan waktu atau tidak memiliki keinginan untuk menuliskannya sendiri, maka sobat bisa membayar orang lain untuk melakukannya. Ingat juga, tidak semua orang menghargai banyak teks. Coba berbagai output dan menggunakan tampilan visual kreatif dalam bentuk video untuk campuran segalanya. Asalkan jangan over, hehe…

2. Tampilan dan Page Load harus ‘acceptable’

Ya. Walaupun bukan yang utama, namun tampilan situs sobat juga harus mendapatkan perhatian lebih. Tidak perlu harus menghiasinya dengan background dan javascript yang justru malah memberatkan, tetapi paling tidak situs sobat harus easy-to-navigate, alias gampang untuk dijelajahi. Kuncinya adalah buat menu navigasi yang informatif dan memudahkan pengunjung surfing di situs sobat. Seperti menu site map (daftar isi), widget artikel populer, dan lain sebagainya.

Page load atau kecepatan juga masuk dalam daftar yang harus diperhatikan selanjutnya. Biasanya, tampilan berbanding terbalik dengan page load. Tampilan yang glamour dan flashy tentu akan memberatkan situs sobat, karena penggunaan javascript yang cukup banyak. Belum lagi ditambah iklan-iklan PPC yang telah merajalela dan ‘memaksa’ setiap blogger memasangnya, hihihi. So, perhitungkan juga hal ini. Jangan sampai pengunjung malah kabur sebelum halaman situs kita ter-load semuanya, hanya karena mereka malas menunggu, walaupun konten dalam situs kita cukup berkualitas dan sangat informatif.

Kuncinya adalah, buatlah tampilan dan page-load situs sobat ‘cukup diterima’ atau ‘memuaskan’. Kan enak tuh kalau konten yang berkualitas dipadukann dengan tampilan yang easy navigating, dan kecepatan jelajah yang swng-swing alias laju.

3. Keyword yang tepat

Di sini, penggunaan keyword sangat penting jika Anda ingin menghindari tingkat bouncing kembali tinggi. Pengunjung umumnya mencari istilah tertentu dan frase unik pada search engine, bukan yang umum dan luas. Aturan emas dari SEO adalah bahwa penempatan kata kunci tertentu sangat penting jika sobat ingin mendapatkan tingkat lalu lintas yang layak di situs sobat. Pastikan kata kunci yang tepat dan ditargetkan untuk bisnis Anda atau layanan yang sobat tawarkan. Karena, keyword yang paling sesuai dengan keinginan orang tersebutlah yang akan pertama kali dikunjunginya.

Layout dan desain blog

Desain dan tampilan blog adalah hal pertama yang dinilai oleh pengunjung. Tampilan halaman haruslah bersih dan tidak menggunakan berbagai macam campuran warna yang kontras dan mencolok (misalnya background hitam dan tulisan hijau stabilo. Maaf jika kebetulan sama dengan web sobat. Ini hanyalah contoh :D ). Tema yang sangat colorful, plus iklan yang banyak serta munculnya berbagai macam pop-up dan pop-under adalah mimpi buruk bagi visitor. Visitor datang untuk mencari informasi dan membaca tulisan menarik, bukannya ingin mengagumi tampilan website.

Artikel yang informatif dan menarik

Konten adalah segalanya. Sama seperti di atas, pengunjung datang karena menemukan judul dan topik yang menarik pada website kita melalui search engine. Kualitas konten adalah yang paling utama. Juga harus orisinil dan bukan hasil jiplakan.

Loading halaman

Sebenarnya yang ini tidak perlu dipertanyakan lagi. Tanya saja pada diri masing-masing bagaimana rasanya saat membuka halaman web yang sangat berat dan bisa menghabiskan sebatang rokok sebelum halaman selesai ter-load secara sempurna. Kurangi dan kompres (jika ada) file-file javascript pada website. Ini akan meningkatkan loading halaman secara signifikan. Juga, audio dan video pada sebaiknya berada pada sidebar. Jika perlu, buatlah sebuah artikel yang sesuai dan masukkan file multimedia tersebut pada artikel tersebut. Audio dan video (yang belum tentu ingin dilihat oleh visitor) membuat loading halaman menjadi sangat lama. Ingat, visitor datang ke website kita menggunakan komputer/laptop, dan saya berani bertaruh di komputer/laptop mereka terdapat multimedia player :D . Hampir semua orang menjalankan multimedia player (eg. Winamp, etc.) saat sedang online.

Internal Link

Ini adalah cara paling ampuh dalam mengurangi tingkat bounce pada website/blog. Link ke artikel yang berhubungan akan memastikan visitor untuk membuka artikel tersebut untuk mendapatkan informasi yang lebih banyak. Gunakan metode internal lingking pada tubuh artikel dan juga menyediakan widget ‘Related Post’ pada bagian bawah artikel. Menampilkan widget ‘Artikel Populer’ atau ‘Popular Post’ pada sidebar juga merupakan cara ampuh untuk mengurangi bounce rate.

Hal ini juga akan meningkatkan SEO on page website kita. Sekali dayung, beberapa pulau terlewati.

Menyediakan search box

Sediakan fitur search box pada website, sehingga visitor bisa mencari topik yang mereka cari melalui fitur tersebut.

Catatan lain mengenai bounce rate
Statistik website yang menampilkan data lama waktu kunjungan (time/visit) dan juga pageview/visit adalah variabel yang bisa digunakan untuk mengukur bounce rate website/blog sobat. Kunjungan di bawah 45 detik umumnya akan dikategorikan kedalam bounce. Kunjungan satu-halaman, atau satu pageview untuk satu visitor juga akan dikatakan sebagai bounce. Dua pageview oleh pengunjung adalah jumlah minimal agar tidak masuk dalam kategori bounce.

Nah, beberapa tips sederhana di atas tentunya bisa mengurangi tingkat bounce atau pentalan pada website/blog kita. Selamat mencoba dan semoga bermanfaat.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel